Ketua Umum FORGUPAKI Hadiri Deklarasi DPP PEMKRIS, Diskusikan Nasib Guru PAK dengan Dirjen Bimas Kristen
Ketua Umum FORGUPAKI Hadiri Deklarasi DPP PEMKRIS, Diskusikan Nasib Guru PAK dengan Dirjen Bimas Kristen
Jakarta – Ketua Umum Forum Guru Pendidikan Agama
Kristen Indonesia (FGPAKI), Abragham Pellokila, M.Pd.K, turut hadir dalam
acara deklarasi dan pengukuhan Dewan Pimpinan Pusat (DPP) Perkumpulan Pemimpin
dan Tokoh Kristen Bersatu (PEMKRIS) yang digelar di CWS Hall, Gedung Kenanga,
Senen, Jakarta Pusat, pada Kamis (20/8/2026).
Acara yang berlangsung khidmat ini sekaligus
menjadi momen pelantikan kepengurusan DPP PEMKRIS periode 2026-2031,
dengan Bishop Dr. Joshua . Tewuh, dikukuhkan sebagai Ketua Umum. Deklarasi
ini turut dihadiri oleh sejumlah tokoh nasional dan pemangku kebijakan, di
antaranya Direktur Jenderal Bimbingan Masyarakat Kristen Kementerian
Agama Republik Indonesia, Dr. Jeane Marie Tulung; Mantan Menteri
Hukum dan Hak Asasi Manusia, Yasona H. Laoly; Teo L. Sambuaga; H.B.L.
Mantiri; serta berbagai tokoh Kristen dari lintas denominasi dan latar
belakang.
PEMKRIS: Rumah Besar untuk Menjaga, Mengawal, dan
Mengadvokasi Kekristenan
PEMKRIS hadir sebagai wadah bersama bagi para
pemimpin dan tokoh Kristen dari berbagai latar belakang—mulai dari rohaniawan,
akademisi, cendekiawan, birokrat, politisi, pengusaha, hingga tokoh dari
kalangan militer dan kepolisian. Organisasi ini membawa visi menjadi
"rumah besar bersama" yang mempertemukan gagasan, pengalaman, dan
potensi para tokoh Kristen untuk memberikan kontribusi positif bagi masyarakat,
bangsa, dan negara.
Ketua Umum DPP PEMKRIS, Bishop Dr. Joshua .
Tewuh, menyatakan
bahwa PEMKRIS hadir untuk membangun persatuan dan memperkuat peran
kepemimpinan, sekaligus menjadi mitra pemerintah dalam mendampingi, mengawal,
mengadvokasi, serta memperjuangkan hak-hak konstitusional umat Kristen sesuai
koridor hukum dan konstitusi. Semangat yang diusung organisasi ini adalah "Jaga,
Kawal & Advokasi Kekristenan di Indonesia".
Perhatian Serius FORGUPAKI terhadap Pendidikan
Agama Kristen
Menurut Ketua Umum FORGUPAKI, Abragham Pellokila,
kehadiran PEMKRIS menjadi angin segar bagi umat Kristen di Indonesia. Ia
menilai bahwa organisasi ini dapat memberikan perhatian serius terhadap kondisi
kekristenan yang selama ini sering menghadapi perlakuan-perlakuan yang tidak
sewajarnya.
"PEMKRIS menjadi wadah bersama bagi para tokoh
Kristen untuk memberikan perhatian serius pada kekristenan di Indonesia, dalam
menjaga, mengawal, dan mengadvokasi kekristenan yang sering mendapat
perlakuan-perlakuan tidak sewajarnya," ujar Abragham.
Salah satu isu yang menjadi sorotan utama FORGUPAKI
adalah persoalan Pendidikan Agama Kristen (PAK) di Indonesia. Mulai
dari minimnya alokasi guru PAK di sekolah negeri, masih adanya diskriminasi
dalam pelaksanaan pembelajaran agama, hingga kesejahteraan guru yang jauh dari
layak.
Diskusi dengan Dirjen Bimas Kristen: Harapan PPG
2026-2027
Dalam kesempatan yang sama, Abragham Pellokila
menyempatkan diri untuk berdiskusi langsung dengan Dirjen Bimas
Kristen, Dr. Jeane Marie Tulung, mengenai salah satu persoalan krusial yang
dihadapi para guru PAK, yaitu Program Pendidikan Profesi Guru (PPG).
Banyak guru agama Kristen, baik yang berstatus ASN
maupun PPPK, hingga kini belum memperoleh kesempatan mengikuti PPG karena kuota
yang terbatas. Padahal, sertifikasi melalui PPG merupakan syarat utama bagi
guru untuk memperoleh tunjangan profesi dan peningkatan kesejahteraan.
Menanggapi hal tersebut, Dirjen Bimas
Kristen Dr. Jeane Marie Tulung menyampaikan bahwa PPG sedang diusahakan agar
pada Tahun 2026 ini dapat terselenggara, dan tahun 2027 juga akan terus
dilanjutkan. Pemerintah melalui Kementerian Agama menargetkan penyelesaian
sertifikasi guru melalui PPG Dalam Jabatan sampai dengan tahun 2026. Bahkan,
pada tahun 2026 ini Ditjen Bimas Kristen menargetkan 16.600 guru untuk
mengikuti PPG lanjutan dengan alokasi anggaran Rp13 miliar, agar seluruh guru
agama Kristen telah bersertifikat profesi pada akhir 2026.
Capaian positif telah terlihat menjelang Paskah
2026, di mana sebanyak 894 guru Pendidikan Agama Kristen dinyatakan
lulus PPG angkatan 4 dari total 900 peserta yang mengikuti program
tersebut. Kelulusan ini menjadi indikator positif atas komitmen para guru dalam
mengembangkan kompetensi pedagogik, profesional, sosial, dan kepribadian.
"Semoga harapan ini bisa tercapai. FORGUPAKI
akan terus mengawal dan memastikan bahwa setiap guru PAK mendapatkan haknya
untuk mengikuti PPG dan memperoleh sertifikasi profesi," pungkas Abragham
Pellokila.
Sinergi FORGUPAKI dan PEMKRIS untuk Masa Depan PAK
Abragham Pellokila menyampaikan harapannya agar DPP
PEMKRIS yang baru dikukuhkan dapat menjadi mitra strategis bagi FORGUPAKI dalam
memperjuangkan keadilan bagi guru dan murid PAK di Indonesia. Kolaborasi antara
organisasi guru dengan forum tokoh nasional ini diharapkan mampu memperkuat
daya tawar dalam mengadvokasi kebijakan pendidikan yang berpihak pada
kepentingan umat Kristen.
Dengan semangat persatuan dan kolaborasi, FORGUPAKI
dan PEMKRIS berkomitmen untuk bersama-sama menjaga, mengawal, dan
mengadvokasi hak-hak konstitusional umat Kristen di bidang pendidikan,
memastikan bahwa Pendidikan Agama Kristen yang bermutu dan berkeadilan dapat
dirasakan oleh seluruh anak bangsa di setiap sudut negeri ini.



Komentar
Posting Komentar