Rabu, 28 Januari 2026

Kegiatan Forgupaki

PERJUANGAN MENEGAKKAN HAK GURU PENDIDIKAN AGAMA KRISTEN

 
Forgupaki (Forum Guru Pendidikan Agama Kristen Indonesia) secara konsisten berkampanye untuk memastikan hak-hak guru Pendidikan Agama Kristen di Indonesia terpenuhi secara adil dan merata. Melalui serangkaian audiensi strategis, organisasi ini terus mengangkat aspirasi ribuan guru di seluruh tanah air, khususnya di wilayah DKI Jakarta.
 
Berbagai pertemuan telah dilakukan dengan berbagai pihak berwenang. Forgupaki telah menghadiri DPRD Provinsi DKI Jakarta untuk membahas kebijakan lokal yang mendukung kesejahteraan guru PA Kristen. Di tingkat nasional, telah dilakukan audiensi dengan DPR RI Komisi VIII (yang menangani pendidikan) dan Komisi X (yang berkaitan dengan urusan agama dan kebudayaan) untuk menyusun regulasi yang komprehensif. Selain itu, juga telah melakukan koordinasi langsung dengan Kepala Dinas Pendidikan DKI Jakarta untuk menyinkronkan implementasi kebijakan di lapangan.
 
Perjalanan perjuangan ini mendapatkan dukungan kuat dari para penasehat Forgupaki, antara lain MerryHotma, S.H. dan Putra Nababan, yang dengan keahlian dan dedikasi mereka membantu menyusun argumen serta langkah-langkah strategis dalam memperjuangkan hak-hak yang menjadi hakiki bagi guru PA Kristen.















 

Jumat, 16 Januari 2026

FORGUPAKI AUDIENSI DENGAN KOMISI X

 


Komisi X DPR RI melakukan Rapat Dengar Pendapat Umum dengan Forum Guru Pendidikan Agama Kristen (FGPAK). Dalam pertemuan tersebut, FGPAK menyampaikan sejumlah aspirasi mengenai persoalan-persoalan yang selama ini dihadapi oleh Guru Pendidikan Agama Kristen terutama mengenai kurangnya sumber daya manusia. Anggota Komisi X DPR RI Putra Nababan pun menyatakan akan membantu menyampaikan persoalan tersebut dan melakukan pengawasan terhadap mitranya dalam hal ini Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan. “Bapak/Ibu saya ucapkan terima kasih. Betul sekali tempatnya sangat tepat di Komisi X, di mana kami di sini dari berbagai partai politik tidak mengenal terkait dengan pilihan-pilihan kami. Tapi ketika menerima aspirasi dari berbagai tempat di Indonesia kami menjadi satu dan kami akan memperjuangkan apa yang Ibu/Bapak tadi sampaikan, bahwa yang tanpa kita sadar atau sadar apa yang Ibu/Bapak perjuangkan ini justru juga memperjuangkan guru agama yang lainnya, baik itu Islam, Buddha, Hindu, Katolik dan lain-lain,” ujarnya saat pertemuan di Senayan, Jakarta, Rabu (1/11/2023). Persoalan Utama yang dihadapi Guru Pendidikan Agama Kristen antara lain, Kekurangan Sumber Daya Manusia Guru Pendidikan Agama Kristen dengan presentasi satu guru berbanding 9 sekolah, sehingga sejumlah siswa harus mengambil nilai di Gereja. Adanya diskriminasi dan intoleransi di sejumlah sekolah yang menjadikan Pendidikan Agama Kristen sebagai ekskul dengan alasan tidak sanggup membayar gaji guru agama. Status Guru Pendidikan Agama Kristen banyak yang tidak jelas dan sulit untuk masuk Data Pokok Pendidikan (Dapodik) dengan alasan tidak cukup jam mengajar. Karena kita seperti yang dibilang, kita tidak mengenal perbedaan, kita tidak mengenal diskriminasi tapi jika itu memang terjadi di lapangan dan memang betul terjadi di lapangan, ya ini akan menjadi pengawasan kami terutama dengan mitra kami yang ada di tingkat nasional yakni Kementerian Pendidikan dalam hal ini Pak Menteri dan jajarannya termasuk juga dengan pihak Kepala Dinas di Provinsi masing-masing,” jelasnya. Di sisi lain, Politisi Fraksi Partai PDI-Perjuangan itu juga menyampaikan rasa terima kasihnya kepada sejumlah perwakilan FGPAK yang hadir, lantaran dengan kedatangan mereka, Komisi X menjadi lebih memahami bagaimana situasi dihadapi para Guru Pendidikan Agama Kristen selama ini di lapangan. Komisi X pun berkomitmen akan menindak lanjuti aspirasi tersebut kepada Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan pada Rapat Kerja selanjutnya. Ini akan menjadi catatan kita karena kebetulan Komisi X sudah menjadwalkan untuk rapat kerja dengan Mendikbud minggu depan. Jadi ini data-datanya sangat lengkap sekali dan saya izin nanti data-data yang menyusul terutama dari daerah-daerah yang masuknya secara sporadis, tolong disusulkan kepada kami untuk memasukkan data. Sehingga ketika kita bertemu dengan Menteri nanti data-data itu bisa kita sampaikan, bahwa di daerah-daerah ada kejadian seperti ini dan Menteri harus melakukan pengawasan,” tandasnya. (gal/aha)

https://youtu.be/OSviUaMx17g?si=9SwRncWHH-IABFGX

RAPAT KERJA FORGUPAKI JANURAI 2026


Forum Guru Agama Kristen Indonesia (FORGUPAKI) Gelar Rakerpus 2026

Rancang Program Strategis dan Luncurkan Gerakan Muda

Jakarta, 17 Januari 2026

 Forum Guru Agama Kristen Indonesia (FORGUPAKI) menggelar Rapat Kerja Pimpinan Pusat (Rakerpus) Tahun 2026 dengan semangat kolaborasi dan inovasi. Rapat yang dihadiri oleh seluruh jajaran pengurus DPP ini bertujuan untuk menyusun peta jalan organisasi guna memberikan dampak yang lebih nyata bagi guru agama Kristen di seluruh Indonesia.

Pertemuan ini dihadiri oleh Ketua Umum, Bapak Abraham Pellokila, bersama Wakil Ketua Umum, Sekretaris Jenderal, Bendahara Umum, Kepala Bidang Organisasi, Ketua DPW DKI Jakarta, serta sejumlah anggota pengurus lainnya. Suasana rapat dipenuhi dengan dinamika diskusi yang produktif dan visioner.

Dalam arahan pembukaannya, Ketua Umum FORGUPAKI, Bapak Abraham Pellokila, menegaskan kembali visi organisasi. “FORGUPAKI hadir untuk semua guru agama Kristen Indonesia. Organisasi ini adalah rumah kita bersama untuk saling menguatkan, memperjuangkan hak-hak kita, dan yang terpenting, menjadi wadah yang memberikan dampak positif bagi peningkatan kompetensi dan kesejahteraan guru,” tegasnya. Beliau juga mendorong seluruh pengurus dan anggota untuk aktif membangun jejaring dan berkolaborasi dengan berbagai pihak, baik pemerintah, lembaga pendidikan teologi, maupun komunitas pendidikan lainnya.


Rakerpus 2026 berhasil merumuskan sejumlah program kerja unggulan yang akan diimplementasikan sepanjang tahun. Program-program tersebut dirancang untuk menjawab kebutuhan nyata guru, membangun semangat kebersamaan, dan memperluas pengaruh positif FORGUPAKI. Beberapa program andalan yang diputuskan adalah:

1.  Pembentukan Gerakan Muda FORGUPAKI: Sebagai investasi masa depan, FORGUPAKI akan membentuk sayap organisasi yang terdiri dari mahasiswa-mahasiswi dari berbagai Sekolah Tinggi Teologi (STT) di Indonesia. Gerakan ini bertujuan untuk menyiapkan calon-calon guru agama Kristen yang berintegritas dan berjejaring sejak dini.

2. Diskusi Pendidikan Bulan Agustus: Menyambut Hari Kemerdekaan RI, FORGUPAKI akan menyelenggarakan forum diskusi publik dengan tema strategis pendidikan karakter dan peran guru agama dalam membangun generasi Pancasila.

3.  Forgupaki Cup 2026: Untuk mempererat tali persaudaraan dan menyalurkan bakat non-akademik, akan diselenggarakan turnamen futsal nasional antar komunitas guru agama Kristen.

4.  Perayaan Natal FORGUPAKI 2026: Sebuah perayaan Natal akbar yang dirancang sebagai momentum silaturahmi nasional sekaligus bentuk syukur dan penyegaran rohani bagi semua anggota.

Rangkaian program ini menunjukkan komitmen FORGUPAKI untuk tidak hanya bergerak di ranah advokasi, tetapi juga dalam penguatan kapasitas, pembinaan generasi penerus, dan pemeliharaan semangat komunitas. Dengan langkah strategis ini, FORGUPAKI bertekad untuk terus menjadi organisasi yang inklusif, progresif, dan benar-benar menjadi berkat bagi dunia pendidikan Kristen di Indonesia.

“Kita tidak hanya bekerja untuk organisasi, tetapi kita melayani untuk kemajuan pendidikan iman anak-anak Indonesia. Setiap program yang kita rancang hari ini adalah investasi untuk kualitas pengajaran agama Kristen yang lebih baik esok hari,” tutup Sekretaris Jenderal FORGUPAKI dalam pernyataan penutup rapat.

Selasa, 08 Juli 2025

PENDAFTARAN MAHASISWA JALUR FORGUPAKI




Pendaftaran Mahasiswa Jalur FORGUPAKI




Dalam upaya meningkatkan kualifikasi Guru PAK, FORGUPAKI bekerja sama dengan perguruan tinggi yang telah terakreditasi "Baik Sekali".
Kerja sama ini bertujuan untuk memberikan kesempatan kepada para guru yang berminat melanjutkan studi ke jenjang S1, S2, S3, maupun mengikuti program penyetaraan ijazah melalui Rekognisi Pembelajaran Lampau (RPL).
FORGUPAKI menawarkan program pendidikan yang dirancang sesuai dengan kebutuhan dan minat :

Keunggulan:
- Fokus pada tantangan guru di Indonesia.
- Komitmen pada kualitas pendidikan guru profesional.
- Dukungan penuh komunitas Pendidikan Kristen.

Program Unggulan:
- Kerja sama dengan Sekolah Tinggi terakreditasi "Baik Sekali".
- Kurikulum sesuai kebutuhan guru.
- Pilihan kelas fleksibel: online, hybrid, tatap muka.

Panggilan Melayani Semakin Kuat? Wujudkan Gelar Sarjana Pendidikan Agama Kristen (S.Pd.) Anda, Kini 100% Online & Terakreditasi A

Apakah Anda rindu untuk memperlengkapi diri dalam pelayanan, namun terhalang oleh waktu dan jarak? Anda seorang guru Sekolah Minggu, pelayan pemuda, atau seorang profesional yang merasakan panggilan Tuhan untuk mendidik generasi penerus dalam kebenaran Firman-Nya?

Di tengah tantangan zaman yang semakin kompleks, kebutuhan akan pendidik Kristen yang memiliki fondasi teologi yang kokoh, keterampilan mengajar yang relevan, dan hati yang melayani menjadi semakin mendesak. Jangan biarkan kesibukan atau lokasi geografis memadamkan api panggilan yang telah Tuhan letakkan di dalam hati Anda.



FORGUPAKI (Forum Guru Pendidikan Agama Kristen Indonesia) dengan bangga mempersembahkan solusi bagi kerinduan Anda:

Program Kuliah Online S1 Pendidikan Agama Kristen (PAK)

Sebuah program Sarjana (S.Pd.) yang dirancang khusus untuk Anda yang aktif melayani dan bekerja, kini dapat diakses sepenuhnya dari rumah Anda!

Kami memahami pentingnya kualitas dan legitimasi dalam pendidikan teologi. Oleh karena itu, program ini diselenggarakan melalui kerja sama resmi dengan Sekolah Tinggi Teologi (STT) ternama yang telah meraih Akreditasi A dari BAN-PT. Ini adalah jaminan mutu dan pengakuan atas gelar yang akan Anda sandang.

Mengapa Memilih Program Kuliah Online Forgupaki?

KUALITAS TERJAMIN: Belajar di bawah naungan STT mitra yang memiliki Akreditasi A, memastikan Anda mendapatkan pendidikan terbaik yang setara dengan perkuliahan tatap muka. Ijazah Anda resmi dan diakui secara nasional.

100% FLEKSIBEL: Kuliah sepenuhnya online! Akses materi, ikuti diskusi, dan kerjakan tugas kapan saja dan di mana saja sesuai dengan ritme kesibukan Anda. Tidak perlu meninggalkan pekerjaan atau pelayanan Anda saat ini.

KURIKULUM MENDALAM & PRAKTIS: Dapatkan pemahaman teologi yang alkitabiah dan mendalam, sekaligus dibekali dengan metode-metode pengajaran PAK yang kreatif, inovatif, dan relevan untuk menjawab tantangan generasi masa kini.

DOSEN AHLI & BERPENGALAMAN: Dibimbing langsung oleh para dosen teologi dan praktisi pendidikan yang kompeten, bergelar Master dan Doktor, serta memiliki hati sebagai hamba Tuhan.

BIAYA TERJANGKAU: Kami berkomitmen untuk menyediakan pendidikan berkualitas dengan biaya yang lebih ringan dan dapat diangsur, membuka kesempatan bagi lebih banyak pelayan Tuhan untuk diperlengkapi.

KOMUNITAS YANG MENGUATKAN: Meskipun online, Anda akan terhubung dengan rekan-rekan mahasiswa dari berbagai daerah di seluruh Indonesia, membangun jaringan pelayanan dan komunitas yang saling mendukung dalam doa dan pertumbuhan.


Target Audiens - Untuk Siapa Program Ini?

Program ini sangat ideal bagi Anda:

  • Guru Sekolah Minggu & Aktivis Pelayanan Anak

  • Guru Pendidikan Agama Kristen 

  • Pembina & Pelayan Remaja/Pemuda

  • Karyawan, Profesional, atau Wiraswasta yang rindu melayani

  • Majelis atau Pengerja Gereja

  • Lulusan SMA/SMK yang memiliki panggilan di bidang pendidikan Kristen

  • Siapa saja yang ingin diperlengkapi untuk mendidik dalam kebenaran Kristus secara efektif.

Jangan Tunda Lagi Panggilan Anda! Tuhan sedang mencari para pekerja yang siap diperlengkapi untuk tuaian yang besar. Inilah kesempatan Anda untuk menjawab "Ya, ini aku, utuslah aku!" dengan persiapan yang matang.

Segera daftarkan diri Anda untuk Angkatan Baru! Kelas akan segera dimulai.

Untuk Informasi Pendaftaran & Konsultasi, Hubungi Kami di: 📞 WhatsApp Admin: [0812-8654-0608  🌐 Kunjungi Website forgupaki.com  🔗 Link Pendaftaran: https://forms.gle/FU9FE31DTgAyi8eeA



 Audiensi forgupaki dan komisi 10 DPR RI

Rabu, 25 Juni 2025

AUDIENSI FORGUPAKI DENGAN GTK KEMENDIKDASMEN



 [Jakarta, 20 JUNI 2025 ] -- Ketua Forum Guru Pendidikan Agama Kristen Indonesia (FORGUPAKI), Abraham Pellokila, bersama pengurus Dewan Pimpinan Pusat (DPP) FORGUPAKI, melakukan pertemuan strategis dengan pihak GTK (Guru dan Tenaga Kependidikan) Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemdikdasmen). Pertemuan ini membahas berbagai persoalan krusial yang dihadapi Pendidikan Agama Kristen (PAK) di Indonesia, termasuk kontroversi Undang-Undang Sistem Pendidikan Nasional (UU Sisdiknas) Tahun 2022 dan minimnya guru PAK di sekolah negeri.
Pokok-Pokok Persoalan yang Disampaikan FORGUPAKI

1. Kontroversi UU Sisdiknas 2022: Ancaman bagi Pendidikan Agama di Sekolah, Abraham Pellokila menyampaikan keprihatinan mendalam tentang adanya unsur non-formal yang masuk dalam urusan pendidikan agama di sekolah, sebagaimana diatur dalam UU Sisdiknas 2022. Menurutnya, hal ini berpotensi merugikan PAK, terutama di sekolah negeri. "Jika pendidikan agama diserahkan kepada lembaga non-formal tanpa pengawasan ketat, maka pengajaran iman Kristen bisa kehilangan arah. Negara harus hadir untuk memastikan bahwa peserta didik mendapat pendidikan agama sesuai keyakinannya, sebagaimana dijamin UUD 1945," tegas Abraham. FORGUPAKI menuntut klarifikasi dan revisi peraturan turunan UU Sisdiknas untuk memastikan bahwa: Pendidikan agama di sekolah tetap menjadi tanggung jawab negara, bukan diserahkan sepenuhnya kepada lembaga non-formal. Guru agama di sekolah negeri harus diangkat secara resmi, bukan digantikan oleh tenaga sukarelawan atau pihak luar.

2. Kekurangan Guru PAK di Sekolah Negeri: Negara Dinilai Abai, masalah utama lain yang disoroti adalah tidak terpenuhinya guru PAK di ribuan sekolah negeri, meskipun terdapat banyak siswa Kristen. Data FORGUPAKI menunjukkan: "Bagaimana mungkin negara menjamin hak beragama jika anak-anak Kristen di sekolah negeri tidak diajar oleh guru yang kompeten? Ini pelanggaran konstitusi," kritik Abraham, membuka formasi guru PAK dalam rekrutmen PPPK/CPNS 2024-2025, memperbaiki sistem distribusi guru, terutama di daerah minoritas Kristen, memastikan semua guru honorer PAK tercatat dalam Data Pokok Pendidikan (Dapodik)

3. Ancaman terhadap Advokasi Peserta Didik, Abraham menegaskan bahwa kehadiran guru PAK di sekolah bukan sekadar mengajar, tetapi juga menjadi advokat bagi siswa Kristen dalam menghadapi diskriminasi atau tekanan sosial. "Guru PAK adalah penjaga iman siswa di lingkungan sekolah yang multireligius. Jika mereka tidak ada, siapa yang akan memastikan hak spiritual anak-anak Kristen terpenuhi?"

Tuntutan FORGUPAKI ke Depan
Revisi Peraturan Diskriminatif: Mendesak revisi kebijakan yang tidak memihak pendidikan agama minoritas. Sosialisasi Hak Siswa Kristen, memastikan sekolah negeri memahami kewajiban menyediakan guru PAK, penguatan Jejaring Advokasi: Memperluas kolaborasi dengan DPR, Ombudsman, dan Komnas HAM, pertemuan ini menjadi bukti bahwa problem PAK di Indonesia masih membutuhkan perhatian serius pemerintah. FORGUPAKI akan terus mendorong kebijakan yang adil, karena pendidikan agama bukan hanya urusan doktrin, tetapi juga hak konstitusional warga negara.
"Negara tidak boleh abai, jika hari ini kita diam, besok anak-anak Kristen akan kehilangan identitas imannya di sekolah sendiri," pungkas Abraham.



Minggu, 11 Mei 2025

FGPAKI Soroti Kekurangan Guru Agama Kristen di Sekolah Negeri, Usulkan Solusi pada FGD Fraksi PSI

FGPAKI Soroti Kekurangan Guru Agama Kristen di Sekolah Negeri, Usulkan Solusi pada FGD Fraksi PSI

Jakarta, 3 Mei 2025 – Fraksi Partai Solidaritas Indonesia (PSI) DKI Jakarta menggelar Focus Group Discussion (FGD) bertema “Penyelenggaraan Pendidikan di DKI Jakarta” di Jakarta Pusat. Acara ini menghadirkan berbagai pemangku kepentingan pendidikan, Abraham Pellokila Ketua Forum Guru Pendidikan Agama Kristen Indonesia (FGPAKI) yang menyoroti persoalan kekurangan guru agama Kristen di sekolah negeri.

Ketua FGPAKI menyampaikan bahwa banyak sekolah di Jakarta tidak memiliki guru agama Kristen, sehingga diperlukan strategi untuk memenuhi kebutuhan tersebut. Tiga usulan diajukan:

  1. Pengadaan Kandidat Guru Agama (KKI) melalui seleksi khusus.

  2. Pembiayaan melalui dana ekstrakurikuler untuk mengoptimalkan anggaran sekolah.

  3. Guru relawan (volunteer) yang dibiayai melalui dana hibah.

“Pemenuhan guru agama Kristen tidak boleh diabaikan karena ini menyangkut hak siswa untuk mendapatkan pendidikan sesuai keyakinannya,” tegas Ketua FGPAKI.



PSI Dorong Pendidikan Seksual Dini dan Peningkatan Kapasitas Guru BK

Elva Farhi Qolbina, Ketua DPW PSI DKI Jakarta sekaligus Wakil Ketua Pansus Raperda Pendidikan, menyatakan bahwa masukan dari FGD sejalan dengan program fraksinya, termasuk pendidikan seksual sejak dini dan peningkatan kapasitas guru Bimbingan Konseling (BK). “Guru BK perlu didukung untuk mendampingi siswa secara holistik, termasuk kesehatan mental. Sayangnya, kami menemukan kasus di mana guru BK justru mendemotivasi siswa,” ujar Elva. Ia menceritakan insiden di sebuah sekolah di Jakarta, di mana seorang guru BK mengatakan kepada siswa: “Kalian ngapain belajar? Tidak akan bisa masuk UI.” Akibatnya, beberapa siswa memilih bekerja sebagai pengemudi ojol sambil mengabaikan pelajaran.

Kolaborasi Multisektor untuk Perbaikan Pendidikan
FGD ini melibatkan berbagai institusi seperti Dinas Pendidikan DKI Jakarta, PSPK, Yayasan Cahaya Guru, PGRI, dan JPPI. Diskusi juga mengangkat pentingnya kolaborasi antara pemerintah, lembaga swadaya masyarakat, dan akademisi untuk menyelesaikan masalah pendidikan, termasuk distribusi guru, kualitas pengajaran, dan pendanaan.

Elva menambahkan bahwa masukan dari FGD akan menjadi bahan pertimbangan dalam penyusunan Raperda Penyelenggaraan Pendidikan. “Kami berkomitmen memperjuangkan kebijakan yang inklusif dan berpihak pada siswa,” tuturnya.

Pentingnya Peran Guru dalam Membangun Motivasi Siswa
Kasus siswa yang terdemotivasi akibat perkataan guru BK menjadi sorotan penting. PSI mendorong pelatihan reguler untuk guru BK agar mampu memberikan pendampingan yang positif, termasuk mengatasi tekanan akademik dan mental pelajar di era digital.

Ikuti perkembangan berita terbaru di Channel Telegram DETIKIndonesia.co.id.

Laporan: Tim DetikIndonesia.co.id


FORGUPAKI Gelar Rapat Kerja Strategis, Bahas Program Peningkatan Kualitas Pendidikan dan Keorganisasian

 FORGUPAKI Gelar Rapat Kerja Strategis, Bahas Program Peningkatan Kualitas Pendidikan dan Keorganisasian



Jakarta, 10 Mei 2025 – Forum Guru Pendidikan Agama Kristen Indonesia (FORGUPAKI) menggelar rapat kerja nasional pada hari ini, Sabtu, 10 Mei 2025, guna membahas sejumlah program prioritas untuk memperkuat peran organisasi dalam dunia pendidikan dan pemberdayaan guru. Rapat yang dihadiri oleh pengurus pusat dan perwakilan daerah ini dipimpin langsung oleh Ketua Umum FORGUPAKI, Abraham Pellokila, dan menetapkan lima agenda utama, termasuk persiapan kompetisi edukatif hingga advokasi status guru.

1. Persiapan FORGUPAKI Cup 2025

Rapat membahas rencana penyelenggaraan FORGUPAKI Cup 2025, sebuah kompetisi akademik dan kreativitas berbasis nilai-nilai Kristiani yang ditujukan bagi siswa sekolah Kristen se-Indonesia, acara ini bertujuan memupuk karakter peserta didik melalui kegiatan olahraga, seni, dan literasi alkitabiah. Panitia akan segera melakukan koordinasi dengan pihak sekolah dan pemerintah daerah untuk menjamin kelancaran acara.

2. Pengembangan UMKM FORGUPAKI untuk Kemandirian Organisasi

FORGUPAKI berkomitmen mengembangkan unit usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) yang dikelola oleh anggota, program ini diharapkan dapat menciptakan sumber pendanaan mandiri untuk kegiatan organisasi, seperti pelatihan guru dan bantuan sosial. Rencananya, pelatihan kewirausahaan dan pendampingan pemasaran digital akan digulirkan mulai Juli 2025.



3. Pengiriman Guru Folentir ke Daerah Kekurangan Tenaga Pendidik

Merespons ketimpangan distribusi guru Agama Kristen di daerah terpencil, FORGUPAKI menyiapkan program Folentir (Pengajar Keliling). Guru-guru relawan akan ditugaskan selama 3-6 bulan di sekolah yang kekurangan tenaga pengajar. Program ini akan bekerja sama dengan Kementerian Agama dan pemerintah daerah untuk menjamin akomodasi dan insentif bagi peserta.

4. Kerjasama dengan Penerbit Buku untuk Penyediaan Buku Pendidikan Agama Kristen

FORGUPAKI menjalin kemitraan dengan penerbit buku nasional untuk menyusun buku Pendidikan Agama Kristen (PAK) yang relevan dengan konteks kekinian dan kurikulum terbaru. Buku ini akan dilengkapi konten digital interaktif guna meningkatkan minat belajar siswa.

5. Advokasi Status Guru Agama Kristen Non-PNS

Masalah status guru honorer dan tenaga kontrak menjadi sorotan utama, FORGUPAKI akan memperjuangkan kepastian hukum dan skema pengangkatan guru Agama Kristen melalui dialog dengan Kementerian Pendayagunaan Aparatur Negara (KemenPAN-RB) dan Kementerian Pendidika, mereka juga mendorong sertifikasi massal untuk meningkatkan kesejahteraan guru.

Komitmen Menjawab Tantangan Zaman
Ketua Umum FORGUPAKI, Abraham Pellokila, menegaskan bahwa seluruh program dirancang untuk menjawab tantangan pendidikan dan keorganisasian di era digital,“kami ingin FORGUPAKI tidak hanya menjadi wadah pengembangan profesi, tetapi juga pelopor inovasi yang berdampak luas bagi gereja dan masyarakat,” ujarnya dalam konferensi pers usai rapat.

Jumat, 18 April 2025

173 Sekolah Negeri di Jakarta tidak memiliki Guru Agama Kristen

173 SEKOLAH NEGERI DI DKI JAKARTA TIDAK MEMILIKI GURU AGAMA KRISTEN
Forum Guru Pendidikan Agama Kristen Indonesia (FORGUPAKI) bersama Pemerintah Daerah (Pemda) DKI Jakarta menggelar audiensi strategis di Kantor Kesatuan Bangsa dan Politik (Kesbangpol) DKI Jakarta, Kamis (17/4/2025). Pertemuan ini dihadiri oleh perwakilan Dinas Pendidikan, Dinas Kesehatan Mental (Dinsos), Badan Kepegawaian Daerah (BKD), Dinas Sosial (Dinsos), serta Kementerian Agama Bidang Bimbingan Masyarakat (Bimas) Kristen Provinsi DKI Jakarta. Audiensi ini membahas urgensi pemenuhan guru Pendidikan Agama Kristen (PAK) di sekolah negeri dan optimalisasi penggunaan dana ekstrakurikuler untuk pendidikan iman Kristen.

173 SEKOLAH NEGERI DI DKI JAKARTA TIDAK MEMILIKI GURU AGAMA KRISTEN


Sorotan Masalah: 173 Sekolah Tanpa Guru PAK dan Nasib 45 Guru PPPK
Dalam paparannya, Ketua FORGUPAKI, Abraham Perllokila, menyampaikan keprihatinan mendalam terkait kekurangan guru PAK di DKI Jakarta, saat ini, tercatat 173 sekolah negeri di ibu kota yang belum memiliki guru tetap Pendidikan Agama Kristen. “Ini situasi yang memengaruhi hak siswa Kristen untuk mendapatkan pembelajaran iman sesuai keyakinannya, padahal, PAK adalah fondasi pembentukan karakter dan moral peserta didik,” tegas Abraham.

Selain itu, ia juga menyoroti nasib 45 guru Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK) tahun 2024 yang belum lulus seleksi dan belum ditempatkan. “Mereka memiliki kompetensi, tetapi statusnya masih ‘mengambang’ tanpa kepastian, kami minta Pemda memberikan solusi konkret agar mereka bisa berkontribusi di sekolah yang membutuhkan,” tambahnya.
Abraham juga mengkritik alokasi dana ekstrakurikuler yang dinilai tidak proporsional. “di banyak sekolah, ekstrakurikuler PAK tidak mendapatkan anggaran, padahal kegiatan ini vital untuk penguatan iman siswa, kami mendorong agar dana ini dialokasikan secara adil sesuai kebutuhan siswa Kristen,” ujarnya.

173 SEKOLAH NEGERI DI DKI JAKARTA TIDAK MEMILIKI GURU AGAMA KRISTEN


Antisipasi Pensiun Massal 2025-2026, Perlu Rekrutmen Guru Baru
FORGUPAKI memperingatkan gelombang pensiun massal guru PAK pada 2025-2026, jika tidak diantisipasi dengan rekrutmen guru baru, kekurangan tenaga pendidik akan semakin parah, pemda harus membuka formasi guru PAK secara masif tahun ini, jangan sampai siswa kehilangan pendampingan spiritual karena ketiadaan guru,” imbau Abraham.

Respons Pemda DKI Jakarta dan Komitmen Kolaborasi
Perwakilan Dinas Pendidikan DKI Jakarta menyatakan kesiapannya untuk menindaklanjuti masukan FORGUPAKI. “kami akan koordinasi dengan BKD dan Kemenag untuk mempercepat proses seleksi guru PPPK serta membuka lowongan guru PAK baru,” kata Kepala Bidang GTK Dinas Pendidikan DKI Jakarta.

Sementara itu, Kemenag Bimas Kristen DKI Jakarta berjanji memprioritaskan pendataan sekolah yang kekurangan guru PAK dan mengoptimalkan distribusi tenaga pendidik, “kami akan sinergikan data dengan FORGUPAKI untuk memastikan tidak ada sekolah yang ‘kosong’ guru PAK,” ujar perwakilan Kemenag, audiensi ini ditutup dengan kesepakatan membentuk tim gabungan antara FORGUPAKI, Dinas Pendidikan, BKD, dan Kemenag untuk menyusun peta jalan pemenuhan guru PAK, pemda juga berkomitmen mengevaluasi alokasi dana ekstrakurikuler agar lebih inklusif terhadap kebutuhan siswa Kristen, FORGUPAKI berharap kolaborasi ini menjadi langkah awal untuk memastikan generasi muda Kristen di DKI Jakarta mendapat pendidikan iman yang berkualitas dan berkesinambungan.

Rabu, 19 Maret 2025

DPW SUMATRA UTARA

Forgupaki Sumut Adukan Kekurangan Guru Agama Kristen ke Anggota DPD RI


Medan, 18 Maret 2025. 
Ketua DPW Forum Guru Pendidikan Agama Kristen Indonesia (Forgupaki) Sumatra Utara, Dedi Situmorang, bersama Ketua DPC Forgupaki Kota Medan, Samuel Simanulang, melakukan audiensi dengan anggota DPD RI asal Medan, Pdt. Penrad Siagian. Pertemuan ini membahas urgensi pemenuhan kebutuhan guru agama Kristen di sejumlah sekolah negeri di Sumatera Utara, mulai dari tingkat SD, SMP, hingga SMA/SMK, dalam audiensi tersebut, Forgupaki menyoroti masih banyaknya sekolah negeri yang kekurangan atau bahkan tidak memiliki guru agama Kristen. Kondisi ini mengakibatkan pembelajaran agama Kristen terhambat, padahal mata pelajaran tersebut menjadi hak siswa beragama Kristen. Dedi Situmorang menekankan, masalah ini telah berlangsung lama dan membutuhkan intervensi serius pemerintah, baik di tingkat daerah maupun pusat, “tidak sedikit sekolah di Sumut yang kelas agama Kristennya kosong karena tidak ada pengajar. Ini berdampak pada pembentukan karakter dan spiritual siswa. Kami mendorong pemerintah untuk membuka formasi guru agama Kristen secara masif dan mempercepat redistribusi guru agar pemerataannya adil,” ujar Dedi.



Samuel Simanulang menambahkan, selain kekurangan guru, masalah sertifikasi dan kesejahteraan guru agama Kristen juga perlu menjadi perhatian. “Guru yang sudah mengabdi puluhan tahun seringkali terhambat administrasi. Ini memengaruhi motivasi mereka,” jelasnya.

Pdt. Penrad Siagian, sebagai perwakilan DPD RI, menyatakan komitmennya untuk menyuarakan isu ini ke pemerintah pusat. “Pendidikan agama adalah hak konstitusional. Kami akan mendorong Kementerian Pendidikan dan Kementerian Agama untuk mengevaluasi formasi guru, terutama di daerah dengan populasi Kristen signifikan seperti Sumut,” tegasnya.

Forgupaki berharap kolaborasi dengan DPD RI ini dapat mempercepat terbitnya kebijakan yang menjamin ketersediaan guru agama Kristen, sekaligus memastikan pendidikan agama berbasis kebutuhan siswa terpenuhi. Langkah ini dianggap krusial untuk menjaga kualitas pendidikan holistik di Sumatera Utara.



















Laporan: Tim Jurnalis Forgupaki Sumut
(Sumber: Hasil Audiensi 18 Maret 2025)

Pengikut