Postingan

Forgupaki dan SMAN 42 Jakarta Perkuat Komitmen Membangun Sekolah yang Ramah Keberagaman

Gambar
  Forgupaki dan SMAN 42 Jakarta Perkuat Komitmen Membangun  Sekolah yang Ramah Keberagaman Dalam upaya memperkuat nilai-nilai toleransi dan kerukunan di lingkungan pendidikan, Ketua Umum FORGUPAKI melakukan diskusi dengan Kepala Sekolah SMAN 42 Jakarta mengenai pentingnya menghadirkan pendidikan yang menghargai keberagaman dan bebas dari berbagai bentuk tindakan intoleransi. Hadir dalam diskusi ini ketua umum Forgupaki, Abraham Pellokila dan Wakil ketua Forgupaki, Tetti Tambunan Pertemuan tersebut dilatarbelakangi oleh keprihatinan terhadap masih ditemukannya berbagai kasus perilaku intoleran di sejumlah sekolah. Kondisi ini menjadi pengingat bahwa dunia pendidikan memiliki peran strategis dalam menanamkan nilai-nilai saling menghormati, menghargai perbedaan, serta membangun kehidupan bersama yang harmonis di tengah masyarakat yang majemuk. Ketua Umum FORGUPAKI menegaskan bahwa pendidikan agama Kristen harus hadir sebagai sarana pembentukan karakter yang mengedepankan kasih, p...

DISKUSI PENDIDIKAN "SE KEMENDIKDASMEN NO 7 TAHUN 2026 " BAGAIMANA NAAIB GURU HONOR

Gambar
  NASIB GURU HONORER: ANTARA KETERBATASAN FORMASI DAN TUNTUTAN KEADILAN Jakarta -- 5 Juni 2026,  Diskusi bertema "Nasib Guru Honorer" mengungkap fakta ketimpangan antara kebutuhan tenaga pendidik dengan ketersediaan formasi dan alokasi anggaran, sekaligus memunculkan usulan perubahan sistem pengelolaan pendidikan.  Fakta Data Penyediaan Formasi  Perwakilan dari Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi (Kemendikbud) menyampaikan bahwa pada tahun 2021, pemerintah pusat mengusulkan kebutuhan sekitar 1,2 juta formasi guru untuk seluruh Indonesia. Namun usulan yang masuk dari Pemerintah Daerah (Pemda) mencapai 506.000 formasi, dan dari jumlah tersebut hanya 293.000 orang yang dinyatakan lulus seleksi.   Tahun 2022, formasi diperluas menjadi 780.000, namun jumlah tersebut masih belum memenuhi target awal 1,2 juta. Hingga tahun 2025, tercatat masih ada 548.271 guru non-ASN yang mengabdi di sekolah negeri namun belum lulus seleksi Pegawai Pemerintah deng...

FORGUPAKI HADIR DALAM DISKUSI PENDIDIKAN DARI PSI DAN DINAS PENDIDIKAN DKI JAKARTA

Gambar
  DETIKINDONESIA.CO.ID, JAKARTA, 4 Mei 2025  –  Fraksi Partai Solidaritas Indonesia (PSI) Jakarta baru mengadakan focus group discussion (FGD) bertajuk ‘Penyelenggaraan Pendidikan di DKI Jakarta’ di Jakarta Pusat pada Hari Sabtu (3/5/2025). FGD ini mengundang berbagai pihak yang beraktivitas di bidang pendidikan, yaitu Dinas Pendidikan (Disdik) DKI Jakarta, Pusat Studi Pendidikan dan Kebijakan (PSPK), Yayasan Cahaya Guru (YCG), Gudskul Studi Kolektif, Forum Guru Pendidikan Agama Kristen Indonesia (FGPAKI), Perkumpulan Keluarga Berencana Indonesia (PKBI), Persatuan Guru Republik Indonesia (PGRI), Arsanara Development, dan Jaringan Pemantau Pendidikan Indonesia (JPPI).Dalam kegiatan ini, Ketua Dewan Pimpinan Wilayah (DPW) PSI Daerah Khusus Ibu Kota (DKI) Jakarta sekaligus Wakil Ketua Panitia Khusus (Pansus) Rancangan Peraturan Daerah (Raperda) tentang Penyelenggaraan Pendidikan, Elva Farhi Qolbina berdiskusi mengenai masalah dan masa depan pendidikan di Jakarta, beserta mas...

Diskusi pemuda Kristen Indonesia

Gambar
 Pada tanggal 19 Februari 2026, Forgupaki hadir dalam diskusi pemuda nasional untuk mendorong isu pendidikan di Indonesia, termasuk pendidikan agama Kristen, agar mendapat perhatian bersama. Berbagai organisasi pemuda hadir untuk bersatu mendorong berbagai isu dan tantangan yang dihadapi Indonesia di berbagai bidang. Ketua 6 Forgupaki, Hotland Hutabarat, juga mendorong perhatian pada pendidikan dan kesehatan.

Diskusi pendidikan, Nasib Pendidikan Agama kristen di DKI JAKARTA

Gambar
  JAKARTA, 7 Februari 2026. – Forum Guru Pendidikan Agama Kristen Indonesia (Forgupaki) menggelar diskusi pendidikan sekaligus acara syukuran di Gedung Graha Kencana Lt. 5, Kebon Jeruk, Jakarta Barat. Pertemuan ini menjadi momentum krusial untuk membedah urgensi pemenuhan kebutuhan Guru Pendidikan Agama Kristen (GPAK) di wilayah DKI Jakarta yang saat ini berada pada level yang mengkhawatirkan. Dalam diskusi tersebut, Ketua Umum Forgupaki, Abraham Pellokila, memaparkan data yang cukup mengejutkan mengenai defisit tenaga pengajar. Di Jakarta Pusat saja, tercatat kekurangan guru agama Kristen tingkat SMP mencapai 61%, sementara di tingkat SD angka kekurangannya jauh lebih tinggi, yakni melampaui 75%. Abraham mengidentifikasi empat faktor utama yang menjadi "benang kusut" penyebab minimnya GPAK di ibu kota: Laju Pensiun: Banyaknya guru senior yang memasuki masa purna tugas tanpa adanya regenerasi yang sepadan. Minimnya Formasi PPPK: Kuota Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerj...

PERJUANGAN MENEGAKKAN HAK GURU PENDIDIKAN AGAMA KRISTEN

Gambar
PERJUANGAN MENEGAKKAN HAK GURU PENDIDIKAN AGAMA KRISTEN   Forgupaki (Forum Guru Pendidikan Agama Kristen Indonesia) secara konsisten berkampanye untuk memastikan hak-hak guru Pendidikan Agama Kristen di Indonesia terpenuhi secara adil dan merata. Melalui serangkaian audiensi strategis, organisasi ini terus mengangkat aspirasi ribuan guru di seluruh tanah air, khususnya di wilayah DKI Jakarta.   Berbagai pertemuan telah dilakukan dengan berbagai pihak berwenang. Forgupaki telah menghadiri DPRD Provinsi DKI Jakarta untuk membahas kebijakan lokal yang mendukung kesejahteraan guru PA Kristen. Di tingkat nasional, telah dilakukan audiensi dengan DPR RI Komisi VIII (yang menangani pendidikan) dan Komisi X (yang berkaitan dengan urusan agama dan kebudayaan) untuk menyusun regulasi yang komprehensif. Selain itu, juga telah melakukan koordinasi langsung dengan Kepala Dinas Pendidikan DKI Jakarta untuk menyinkronkan implementasi kebijakan di lapangan.   Perjalanan perjuangan ini me...

FORGUPAKI AUDIENSI DENGAN KOMISI X

Gambar
  Komisi X DPR RI melakukan Rapat Dengar Pendapat Umum dengan Forum Guru Pendidikan Agama Kristen (FGPAK). Dalam pertemuan tersebut, FGPAK menyampaikan sejumlah aspirasi mengenai persoalan-persoalan yang selama ini dihadapi oleh Guru Pendidikan Agama Kristen terutama mengenai kurangnya sumber daya manusia. Anggota Komisi X DPR RI Putra Nababan pun menyatakan akan membantu menyampaikan persoalan tersebut dan melakukan pengawasan terhadap mitranya dalam hal ini Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan. “Bapak/Ibu saya ucapkan terima kasih. Betul sekali tempatnya sangat tepat di Komisi X, di mana kami di sini dari berbagai partai politik tidak mengenal terkait dengan pilihan-pilihan kami. Tapi ketika menerima aspirasi dari berbagai tempat di Indonesia kami menjadi satu dan kami akan memperjuangkan apa yang Ibu/Bapak tadi sampaikan, bahwa yang tanpa kita sadar atau sadar apa yang Ibu/Bapak perjuangkan ini justru juga memperjuangkan guru agama yang lainnya, baik itu Islam, Buddha, Hindu, K...