RAPAT KOORDINASI DPP FORGUPAKI
Perkuat Organisasi dan Susun Program Kerja yang Lebih Efektif
Jakarta, 29 Juni 2026 – Dewan Pimpinan Pusat (DPP) Forum Guru Pendidikan Agama Kristen Indonesia (FORGUPAKI) menyelenggarakan Rapat Koordinasi pada Senin, 29 Juni 2026, sebagai bagian dari upaya memperkuat konsolidasi organisasi, meningkatkan efektivitas kepengurusan, serta menyusun program kerja yang akan menjadi prioritas organisasi pada periode mendatang.
Rapat koordinasi berlangsung dalam suasana penuh semangat kebersamaan, persaudaraan, dan komitmen untuk terus membangun FORGUPAKI menjadi organisasi profesi yang semakin solid, profesional, dan mampu memberikan kontribusi nyata bagi Guru Pendidikan Agama Kristen di seluruh Indonesia.
Hadir dalam rapat tersebut Ketua Umum Abraham Pellokila, M.Pd., Wakil Ketua Umum Tetti Tambunan, Sekretaris Umum Ones Langfan, Bendahara Umum Sonna Manulang, Bendahara Ester Tangoni dan Tika, Sekretaris Ribka, Ketua I DPP Bidang Organisasi dan Pemuda Fildy Pellokila dan Ricard Panggabean, Ketua II DPP Bidang Mitra Strategis Hotland Hutabarat, Ketua III DPP Bidang Hukum dan Advokasi Philip Robert, serta Ketua DPW DKI Jakarta Antoni Butarbutar.
Agenda utama rapat difokuskan pada evaluasi dan penyempurnaan struktur organisasi DPP FORGUPAKI. Setelah melalui pembahasan yang konstruktif dan penuh semangat musyawarah, seluruh peserta rapat menyepakati adanya perampingan struktur kepengurusan. Jumlah Ketua DPP yang sebelumnya berjumlah enam orang disederhanakan menjadi empat orang.
Keputusan tersebut diambil sebagai langkah strategis untuk meningkatkan efektivitas organisasi. Dengan struktur yang lebih ramping, diharapkan koordinasi antarbidang menjadi lebih cepat, pembagian tugas semakin jelas, proses pengambilan keputusan lebih efisien, dan pelaksanaan program kerja dapat berjalan secara maksimal.
Selain membahas struktur organisasi, rapat juga membahas berbagai program kerja yang akan menjadi fokus FORGUPAKI dalam waktu mendatang. Program-program tersebut diarahkan pada penguatan organisasi hingga ke daerah
Dalam arahannya, Ketua Umum FORGUPAKI, Abraham Pellokila, M.Pd., menegaskan bahwa perubahan struktur organisasi bukan sekadar pengurangan jumlah jabatan, melainkan bagian dari strategi untuk membangun organisasi yang lebih profesional, responsif, dan efektif. Beliau menyampaikan bahwa organisasi yang besar tidak diukur dari banyaknya posisi kepengurusan, tetapi dari kualitas pelayanan, kekompakan, integritas, dan kesungguhan seluruh pengurus dalam menjalankan amanah organisasi.
Ketua Umum juga mengajak seluruh jajaran pengurus untuk terus menjaga semangat persatuan, membangun komunikasi yang baik, serta mengedepankan kerja sama dalam setiap pelaksanaan program, setiap pengurus harus mampu menjadi pelayan bagi anggota, bekerja dengan penuh tanggung jawab, serta menjadikan FORGUPAKI sebagai rumah bersama bagi seluruh Guru Pendidikan Agama Kristen Indonesia.
Lebih lanjut, bahwa FORGUPAKI harus terus hadir sebagai organisasi yang memberikan solusi, memperjuangkan hak-hak Guru Pendidikan Agama Kristen, serta menjadi mitra strategis pemerintah dalam meningkatkan mutu pendidikan agama Kristen di Indonesia. Seluruh program kerja harus memberikan manfaat nyata, berdampak langsung kepada anggota, dan dilaksanakan secara terukur serta berkesinambungan.
Rapat koordinasi juga menghasilkan komitmen bersama untuk memperkuat sinergi antara DPP, DPW, dan DPC di seluruh Indonesia. Dengan koordinasi yang semakin baik, setiap program organisasi diharapkan dapat dilaksanakan secara serentak, tepat sasaran, dan memberikan dampak positif bagi perkembangan organisasi maupun peningkatan kualitas pendidikan.
Melalui Rapat Koordinasi DPP tanggal 29 Juni 2026, FORGUPAKI kembali menegaskan komitmennya untuk menjadi organisasi yang adaptif terhadap perubahan, profesional dalam tata kelola, serta konsisten memperjuangkan kepentingan Guru Pendidikan Agama Kristen di seluruh Indonesia.
Dengan semangat "Bersatu, Bergerak, dan Berkarya", FORGUPAKI optimistis dapat terus berkembang menjadi organisasi yang semakin kuat, dipercaya, dan mampu memberikan kontribusi nyata bagi kemajuan pendidikan agama Kristen serta pembangunan sumber daya manusia Indonesia.



Komentar
Posting Komentar