Minggu, 08 Februari 2026

Diskusi pendidikan, Nasib Pendidikan Agama kristen di DKI JAKARTA

 

JAKARTA, 7 Februari 2026. – Forum Guru Pendidikan Agama Kristen Indonesia (Forgupaki) menggelar diskusi pendidikan sekaligus acara syukuran di Gedung Graha Kencana Lt. 5, Kebon Jeruk, Jakarta Barat. Pertemuan ini menjadi momentum krusial untuk membedah urgensi pemenuhan kebutuhan Guru Pendidikan Agama Kristen (GPAK) di wilayah DKI Jakarta yang saat ini berada pada level yang mengkhawatirkan.

Dalam diskusi tersebut, Ketua Umum Forgupaki, Abraham Pellokila, memaparkan data yang cukup mengejutkan mengenai defisit tenaga pengajar. Di Jakarta Pusat saja, tercatat kekurangan guru agama Kristen tingkat SMP mencapai 61%, sementara di tingkat SD angka kekurangannya jauh lebih tinggi, yakni melampaui 75%.

Abraham mengidentifikasi empat faktor utama yang menjadi "benang kusut" penyebab minimnya GPAK di ibu kota:

Laju Pensiun: Banyaknya guru senior yang memasuki masa purna tugas tanpa adanya regenerasi yang sepadan.

Minimnya Formasi PPPK: Kuota Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK) khusus guru agama Kristen dinilai masih sangat terbatas.

Rekrutmen Kontrak yang Terhambat: Masih kurangnya pembukaan penerimaan guru kontrak (KKI) oleh Pemprov DKI untuk mata pelajaran agama Kristen.

Kendala Administrasi Sekolah: Banyak sekolah yang belum mengajukan Analisis Jabatan (Anjab) untuk kebutuhan guru pendidikan agama Kristen secara akurat.

"Kami berharap ada kebijakan nyata yang mendukung kebutuhan ini. Pemenuhan guru agama Kristen harus dilakukan secara bertahap namun konsisten demi hak pendidikan siswa-siswi kita," tegas Abraham Pellokila.



Kolaborasi Lintas Sektor

Kegiatan ini tidak hanya menjadi ajang diskusi searah, tetapi juga ruang kolaborasi. Hadir dalam acara tersebut perwakilan dari:

 * Dinas Pendidikan DKI Jakarta (sebagai pemangku kebijakan).

 * Perwakilan Gereja-gereja (sebagai pembina mental dan spiritual).

 * DPP GAMKI (Gerakan Angkatan Muda Kristen Indonesia).

Suasana diskusi yang serius namun hangat ini juga dimeriahkan oleh penampilan budaya dari Tim Angklung Guru Pendidikan Agama Kristen Jakarta Barat, yang menyimbolkan harmoni dan keselarasan dalam perjuangan.

Misi Akhir: Sejahtera dan Berazaskan Pancasila

Menutup materinya, Abraham Pellokila menekankan bahwa perjuangan Forgupaki bukan sekadar soal status kepegawaian, melainkan mencakup tiga pilar utama:

 * Pemenuhan Guru: Memastikan tiap jenjang pendidikan memiliki pengajar agama yang kompeten.

 * Kesejahteraan: Menjamin kehidupan yang layak bagi para pendidik.

 * Keamanan & Kenyamanan: Mewujudkan pendidikan agama yang aman, nyaman, dan berlandaskan pada nilai-nilai luhur Pancasila.

Melalui diskusi ini, diharapkan Dinas Pendidikan DKI Jakarta dapat segera mengambil langkah strategis untuk menambal celah kekurangan guru, sehingga proses belajar mengajar agama Kristen dapat berjalan optimal sesuai amanat undang-undang.



Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Pengikut